©2021 義郎
©2021 義郎
dis·claim·er
/disˈklāmər/
This account was created as an roleplay blog, unaffiliated with AESPA's Winter, or SM Entertaiment.
All its original content should be considered works of fiction, and any resemblance to existing works, characters, or persons should be considered coincidental and free of malicious intent.
WARNING!!! Plagiarism is a crime!
All of the pics/quotes belong to their respectful owner(s).
#Choco as my writer tag!
Just knock my DM and let's write awesome stories together.
©2021 義郎
fore·word
/ˈfôrˌwərd/
Aku memang tidak punya sepatu kaca seperti Cinderella. Hidupku tidak ditemani tiga peri penjaga seperti Sleeping Beauty. Ah! Eomoni bilang sebetulnya ada peri yang selalu menjagaku, tapi orang lain tidak bisa melihat mereka… makanya aku sering dianggap aneh. Aku tidak secantik Putri Salju yang membuat Sang Ratu iri. Aku tidak memiliki suara seindah Ariel. Tidak seperti Belle, mungkin bukannya rela mengorbankan diri dan tinggal bersama Si Buruk Rupa, aku malah akan berlari ketakutan dan membiarkan Abeoji yang dikurung monster itu. Iya, aku juga tidak pemberani seperti Mulan.
Intinya, aku tidak memiliki keistimewaan seperti para putri.
Padahal, orang bilang Abeoji adalah pewaris tahta. Sebentar lagi akan menguasai sebuah kerajaan. Samsung namanya. Tapi tidak seperti kisah-kisah yang sering kubaca, Abeoji akan naik tahta seorang diri karena Eomoni sebagai permaisuri sudah pergi. Pergi tanpa alasan yang jelas.
Kemudian orang bilang Hyun adalah pangeran yang akan mengikuti jejak Abeoji. Tapi aku tidak kalah istimewa. Joo juga tuan putri kata mereka. Karena kerajaan Abeoji akan terus bertambah luas, aku pasti akan naik tahta juga.
Tapi… apa bisa aku menjadi putri? Alasannya sudah kusampaikan di atas. Aku tidak istimewa. Aku tidak memiliki kualitas yang bisa dibanggakan. Aku tidak sepintar Abeoji. Aku tidak secantik Eomoni. Aku tidak memiliki kharisma seperti Hyun.
Apa istimewanya aku?
Apa benar aku bisa disebut seorang putri juga?
Tapi kenapa hidupku tidak seperti mereka?
Aku sudah pernah hidup dalam sepi. Dirundung juga pernah. Orang bilang aku aneh. Eomoni pergi. Sekarang Abeoji mengirimku ke negeri asing.
Semua bagian sulitnya sudah kujalani.
Lalu kapan…
… Aku mendapat akhir bahagiaku?
©2021 義郎
| General Information | |
|---|---|
| Birth Name | Lee Joo |
| Romanized Kanji | 이주 |
| Birth Date | September 13th |
| Astronomical Sign | Virgo |
| Birth Place | Cambridge, Massachusetts, USA |
| Hometown | Seoul, South Korea |
| Current Residence | Tokyo, Japan |
| Gender | Female |
| Sexual Orientation | Heterosexual |
| Ethnicity | Pure Korean |
| Nationality | Korean |
| Blood Type | O |
| Known Languages | Korean, Japanese, English |
| Current Occupation | High School Student |
| Affiliated With | Kintsugi Elite Boarding School |
| Physical Characteristic | |
|---|---|
| Height | 162cm |
| Weight | 49kg |
| Skin Color | Warm Ivory |
| Hair Type | Straight |
| Hair Length | Medium |
| Eye Shape | Monolid |
| Eye Color | Chesnut Brown |

❝Joo itu … seperti boneka! Dia cantik sekali!!❞
❝Kalau tersenyum semua lemak di pipinya langsung menumpuk. Membuatku ingin mencubitnya saja hahaha.❞
❝Joo pakai seragam dengan sewajarnya, kok. Tidak pernah melanggar peraturan sekolah. Tapi biasanya dia pakai aksesoris tambahan. Tidak mencolok, tapi membuat seragamnya tidak terlihat membosankan!❞
❝Yah, tidak heran, sih, gaya berpakaiannya di luar selalu modis. Dia ‘kan memang fashion influencer? Selain itu, karena berasal dari keluarga berada juga… Jangan kaget kalau melihat banyak merek mahal melekat di tubuhnya.❞
©2021 義郎
per·son·al·i·ty
/ˌpərsəˈnalədē/

❝Orang bilang, kalau kembar itu bisa saling memahami. Tapi ku rasa, aku cukup kesulitan untuk memahami isi pikiranmu, Joo.❞
— Lee Hyun, 2021
Kontradiksi mungkin adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kepribadian Joo secara umum. Tipikal individu yang pendiam dan amat menjunjung sopan santun. Namun demikian, yang bersangkutan pula adalah pribadi yang keras kepala dan impulsif. Segala tindak yang dilaku seringnya mengikuti emosi alih-alih akal sehat. Seorang people pleaser, selalu ingin menyenangkan orang sekitar. Kendati demikian, jika ada satu melakukan perbuatan yang ia anggap salah, Joo tidak akan ragu menjadi yang pertama untuk menegur sosok tersebut.
Bak Luna Lovegood dalam film Harry Potter, Joo sering terjebak pada imajinasinya sendiri, seolah ia memiliki dunia dimana hanya dirinya dan kawan-kawan khayalannya yang ada disana. Bahkan Hyun sebagai kembarannya pun tak pernah memahami ‘dunia Joo’. Karena itulah terkadang ia dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarnya. Dulu dimasa ia belum memiliki ‘nama’ seperti sekarang, tak jarang kawan-kawan sekelas gadis itu bahkan merundungnya karena hal tersebut.
Terlalu sering membaca dongeng dan film romantis, maka bisa ditebak Joo adalah seorang hopeless romantic. Di umur yang telah menginjak lima belas tahun, dengan naifnya gadis itu sering berkata tengah menunggu ‘Sang Pangeran Tampan’ yang akan memberinya akhir bahagia. Tak bisa disalahkan sebetulnya. Selama menghabiskan hidup bersama Abeoji, tak pernah sedikitpun gadis itu merasakan apa yang dinamakan dengan ‘kasih sayang’. Tuan Besar Lee menganggap segala materi yang ia curahkan kepada dua anaknya adalah bentuk rasa sayang, padahal sang Putri mengharapkan adanya afeksi. Keadaan tersebut diperparah saat sang Ibu memutuskan untuk berpisah dan gagal mendapatkan hak asuh. Hampa, itu yang dirasakan Joo. Bukan berarti ia menganggap Hyun tidak mempedulikannya. Tapi perhatian dari si saudara kembar masih dirasa kurang. Karenanya bagi Joo, kedatangan Sang Pangeran Tampan adalah satu-satunya jalan ia sampai ke happy ending.
Joo adalah tipikal individu yang tidak mudah percaya dengan orang lain. Hanya segelintir orang yang mendapat kepercayaan si gadis. Hyun adalah satu-satunya orang yang mengetahui semua tentang Lee Joo. Bagaimana mau mempercayai abeoji jika lelaki itu seringnya tidak menepati janji walau hanya sekedar janji sederhana seperti datang ke pentas seni sekolahnya? Para pelayan di rumah adalah mata-mata abeoji. Eomoni pernah berkata akan selalu ada untuknya. Kenyataannya? Beberapa tahun lalu eomoni pergi meninggalkan rumah. Tak heran Joo selalu membangun tembok untuk menyembunyikan sisi lemahnya, dirinya yang sebenarnya. Tapi begitu kau mendapat kepercayaannya, ia tidak akan segan membagikan segalanya padamu. Ia pun tak bisa membayangkan bagaimana jika orang ini mengkhianati kepercayaannya. Naif? Katakanlah begitu. Bagaimana jika orang kepercayaan ini malah menyakitinya suatu hari nanti? Joo akan bersikap seolah dunia telah berakhir.
Bukan seorang pendendam. Sering kesal jika ia merasa emosi negatif ada pada dirinya padahal seluruh manusia di muka bumi ini berhak merasakan hal tersebut. Satu hal yang amat ia benci tentang dirinya adalah sifat sensitif yang ia miliki. Joo sangat mudah terpengaruh pada omongan orang. Karena itu ia sering memakai ‘topeng’, bersikap seolah tidak terpengaruh dengan apa yang orang-orang bilang tentangnya. Orang luar mungkin berpikir Joo adalah orang yang tebal muka. Padahal? Sedikit kritik saja dapat membuatnya menangis semalaman.
©2021 義郎
triv·i·a
/ˈtrivēə/
Nama Joo diambil dari Sino-Korea (珠) yang berarti permata.
Tengah naik daun sebagai seorang fashion influencer muda. Pengikut di media sosialnya sudah mencapai puluhan ribu
Karena profesinya sebagai fashion influencer, Joo lebih sering menggunakan platform instagram dibanding ō!kintsu
Walaupun sudah berusaha keras, Joo sering terlambat datang ke kelas pertama.
Tipikal individu yang sulit bangun pagi. Alarm pun tidak akan berpengaruh. Harus ada orang yang membangunkannya. Repot mengingat kini ia tinggal di asrama tanpa ditemani para pelayan yang dulu siap membangunkannya.
Sangat menyukai teh jagung. Minuman yang wajib ia konsumsi setiap hari. Tak heran secara rutin pelayan keluarga Lee mengirimkan paket teh jagung untuk Joo.
Tidak menyukai kopi
Membenci hal-hal menakutkan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hantu. Bisa ditebak, genre horror adalah genre yang paling dihindarinya acap kali menonton film.
Memiliki kebiasaan bergumam pada dirinya sendiri. Yah, ia tidak pernah sadar jika tengah melakukannya. Karena itu ia sering mendapat cap ‘orang aneh’.
Salah satu ketakutan terbesar dalam hidupnya adalah dijauhi dan ditinggalkan. Joo tidak suka sendirian.
Sangat mudah jatuh sakit.
Namun demikian, sang Ayah memaksanya masuk Kaishū dengan alasan agar ia bisa belajar melindungi diri sendiri
Pandai melukis dan menggambar.
Pandai menulis cerita pula. Diam-diam dia banyak menulis kisah fantasi atau romansa.
Bukan seorang picky eater, ia menikmati segala jenis makanan terlebih makanan manis dan makanan penutup.
Namun walau Joo mencintai makanan, jika sedang tertekan, biasanya ia enggan menyisihkan waktu untuk sekedar memberi sedikit asupan pada tubuhnya.
Heran kenapa setiap berjalan ke luar area Kintsugi bersama Joo seolah ada yang selalu mengikuti kalian? Jika di dalam area sekolah Jiwoo yang bertugas 'mengawal' Joo, maka di luar Tuan Lee telah menugaskan beberapa anak buahnya untuk menjaga keamaan Joo. Sengaja para pengawal itu mengikuti diam-diam, Joo sendiri pun tidak tahu ia sedang 'dijaga'. Alasannya? Tuan Lee tidak mau menarik banyak perhatian. Beliau takut hal tersebut malah membuat identitas Joo sebagai putrinya diketahui orang banyak
Seperti kebanyakan remaja wanita Korea, Joo juga merupakan seorang K-Popper. Menyebut diri sebagai The B garis keras. The B? Apa itu? Coba luangkan sedikit waktumu untuk berselancar di mesin pencari, kau akan mendapat jawabannya.
©2021 義郎
sto·ry·line
/ˈstôrēˌlīn/
Lee Joo itu siapa?
Bukan siapa-siapa.
Sebuah pertanyaan singkat yang biasa berkawan dengan jawaban pendek di atas.
Lee Joo sebetulnya tidak hanya sekedar ‘bukan siapa-siapa’. Mengalir darah Lee Jaeyong di dalam dirinya. Mungkin terdapat belasan bahkan puluhan nama Lee Jaeyong yang masih hidup di negeri ginseng. Namun ada satu Lee Jaeyong yang dikenal hampir seluruh masyarakat negeri tersebut. Terlebih jika satu label yang kini tengah mendunia turut disebut di belakang namanya. Lee Jaeyong dan Samsung bagai dua entitas yang tidak bisa dipisahkan.
Siapa yang tidak mengenal Lee Jaeyong?
Seorang Raja Bisnis Korea Selatan dan Wakil Pimpinan Grup Samsung yang menjabat sebagai pimpinan de facto. Acap kali disebut sebagai "Putra Mahkota Samsung" oleh media. Kekayaan Kepala Keluarga Lee tersebut diperkirakan bernilai US$7,9 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya di Korea Selatan.
Enam belas tahun yang lalu Lee Jaeyong muda mengikat janji dengan seorang gadis berparas rupawan. Im Seryung namanya. Bisa ditebak, tentu gadis ini pula tak berasal dari keluarga ‘biasa’. Pernah dengar Daesang? Tidak jauh berbeda dengan Samsung, Daesang adalah sebuah perusahaan raksasa Korea yang berfokus pada bisnis makanan. Im Seryung, gadis yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat pewaris Daesang Group. Pertemuan Seryung dengan Jaeyong seolah mematahkan prinsip harta diatas segalanya, setidaknya bagi gadis berparas ayu tersebut. Ia rela mundur dan berhenti menimba ilmu di universitas ketika mengikat janji dengan pujaan hati sebab Jaeyong memutuskan untuk terbang ke Amerika dan melanjutkan pendidikan di Harvard.
Satu tahun usai pernikahan besar-besaran yang diadakan dua keluarga konglomerat tersebut, sepasang anak kembar lahir ke dunia. Bayi lelaki yang lahir lima belas menit lebih cepat diberi nama Hyun, sementara gadis mungil yang mengambil posisi ‘adik’ mendapat Joo sebagai asma.
Sekarang masih bisa kau sebut Lee Joo bukan siapa-siapa?
Tahun-tahun pertama membina keluarga kecilnya, Seryung merasa hidup dalam mimpi. Ia memiliki seorang pria dengan mimpi besar di sisinya. Dua buah hati yang tampan dan cantik mengisi hari-harinya. Apalagi yang kurang?
Amat disayangkan, rupanya hanya Seryung yang merasa cukup diberkahi keluarga bahagia. Lee Jaeyong di satu sisi dengan segala ketamakannya masih mendewakan harta dan tahta. Sebuah tindakan besar dilaku kala ia akhirnya memboyong keluarga kembali ke Korea. Perbuatan yang tidak pernah dibayangkan Seryung akan dilakukan oleh manusia ‘waras’. Satu titik balik yang kemudian membolak-balikkan kehidupan keluarga kecil tersebut.
Lee Hyun dan Lee Joo tidak pernah boleh diekspos oleh media massa. Identitas Lee Hyun dan Lee Joo sebagai putra-putri pewaris Kerajaan Samsung tidak diizinkan diketahui oleh siapapun di luar keluarga inti. Sebuah kesepakatan yang dibuat oleh Jaeyong dan Seryung. Sebuah antisipasi akan karma atas dosa yang telah dilaku.
Sudah bisa menebak ‘kan sekarang kenapa banyak orang tidak tahu siapa Lee Joo sebenarnya?
Ah, sebetulnya jika menarik garis ke masa lalu, Lee Joo juga tidak hanya sekedar ‘bukan siapa-siapa’. Cap ‘orang aneh’ sering diberi orang ke atas dahinya. Tidak jarang dari beberapa kawannya bahkan mempertanyakan kewarasan gadis itu.
Apa pasal?
Lee Joo sejatinya terlahir dengan sejuta anugerah. Sendok emas kata orang sebab ia tak pernah kekurangan dan memiliki segudang privilej. Samsung dan Daesang disatukan? Bagai memiliki seluruh Korea dalam genggaman. Yah, walau ia tak bisa terang-terangan menikmati beraneka macam privilej tersebut sebab identitasnya sebagai Nona Muda Lee harus terus ditutupi. Oh iya, Joo sejak kecil juga berbakat dalam seni lukis dan gambar.
Satu kekurangan, si gadis tidak terlahir dengan kemampuan bersosialisasi yang mumpuni. Jika dihadapkan dengan orang-orang baru, bibirnya terus dikatup rapat. Bagus jika mampu mengukir senyum. Lidahnya kelu acap kali berniat melontar sapa. Tak heran jika ia sering merasa kesepian di sekolah. Hendak mencari teman, namun kelakuan tak sejalan. Alhasil, kesendirian dan Lee Joo adalah hal yang berkaitan erat dulu.
Melihat kondisi sang putri, tentu Seryung merasa prihatin. Lebih menyedihkan karena Jaeyong sebagai seorang ayah semakin dibutakan dengan nafsu akan harta dan melupakan keluarga. Sebuah langkah kecil diambil, memperkenalkan Joo pada dunia fantasi baik itu dari buku bacaan maupun film. Joo ingat betul saat Eomoni bilang Joo tidak pernah sendiri. Kalaupun tidak sedang bersama Hyun, Eomoni, dan Abeoji, ada beberapa peri kecil yang selalu mengikutinya diam-diam dan menjaganya dari semua hal buruk.
Entah hal baik atau buruk. Joo memang tidak pernah merasa kesepian lagi. Namun di satu sisi, cobaan lain datang. Kawan-kawan di sekolah sering menganggapnya aneh karena imajinasinya yang dianggap terlalu berlebihan. Iya, perkenalan dengan aneka dongeng dan makhluk khayalan membuka jalan Joo ke tempat yang ia sendiri sebut dengan ‘Dunia Joo’. Hanya ia yang memiliki akses kesana. Bahkan Hyun pun kadang tak bisa memahami Joo dan Dunia Joo.
PERUNDUNGAN.
Bebas dari rasa sepi, tahun-tahun berikutnya di sekolah dasar malah berisi perundungan tanpa henti. Tidak sampai disana, Eomeoni yang berjanji akan terus berada di sisinya tiba-tiba saja pergi. Joo tidak pernah memahami keputusan Eomoni ketika meninggalkannya berdua dengan Hyun. Bukan dirinya benci pada Abeoji. Sang kepala keluarga selalu disibukkan dengan pekerjaan. Pergi pagi buta, pulang larut malam. Dirinya hampir tidak pernah memiliki waktu dengan Abeoji. Pria itu pun tidak pernah datang ke momen-momen istimewanya. Ucapan ulang tahun saja tidak pernah diterima secara langsung. Hanya sebuah kado dan selembar kartu ucapan bertulisan tangan sang Ayah yang didapat Joo tiap tahun. Joo selalu bertanya-tanya, karena itu kah Eomoni memutuskan pergi? Tidak tahan dengan Abeoji yang super sibuk? Lalu kenapa tidak mengajaknya dan Hyun ikut serta? Sejak saat itu, Joo memiliki trust issue. Hyun adalah satu-satunya manusia di muka bumi (saat itu), yang mendapat kepercayaannya.
Faktanya, bukan Im Seryung tidak berusaha membawa serta dua malaikat kecilnya itu. Pengacara hebat telah disewa untuk memenangkan hak asuh. Namun yang ia lawan saat itu adalah Lee Jaeyong yang katanya tidak bisa disentuh hukum. Pernah terlibat kasus korupsi merger Samsung C&T dan perusahaan pengembang real estate Cheil Industries. Selain kasus kontroversial tersebut, pimpinan perusahaan elektronik raksasa itu pula pernah diduga melakukan pemalsuan pembukuan laporan keuangan perusahaan. Kendati demikian, tak pernah sekalipun ia mencicipi dinginnya lantai bui. Alasan pembebasannya adalah karena Hakim menemukan adanya ‘penjelasan yang tidak memadai tentang perlunya menangkap terdakwa terhadap prinsip persidangan tanpa penahanan’ karena ‘fakta-fakta dasar telah dijelaskan dan para penuntut tampaknya telah mendapatkan cukup banyak bukti melalui penyelidikannya’. Konyol? Tapi itulah kenyataannya. Jeratan hukum saja bisa dihindari, apa susahnya mempertahankan hak asuh anak?
Dunia maya yang akhirnya menjadi pelarian. Terlalu malu menginisiasi interaksi secara langsung bukan berarti Joo tidak pandai bersosialisasi lewat media lain. Bahkan situs pencarian sahabat pena pun disambangi oleh si gadis demi mengusir rasa sepi pada tahun pertamanya di sekolah menengah pertama.
Agaknya Tuhan memang menggariskan semua hal dalam hidup Joo datang silih berganti. Pergi ibu yang selama ini menjadi sumber kekuatan, datang dukungan dari kawan baru yang bahkan tidak pernah ia temui secara langsung. Mungkin karena mereka tidak pernah melihat Joo dalam mode ‘hilang di dunia Joo’ makanya berkenan untuk berteman? Mungkin karena mereka menyukai fanfiksi yang dibuat Joo makanya mau mengobrol banyak? Mungkin mereka menyukai gaya berbusana Joo makanya mendukung agar gadis itu terus mengunggah banyak tulisan terkait fesyen? Entahlah. Bagi Joo, yang terpenting ia tidak merasa kesepian lagi. Sebuah hadiah lain, di kehidupan nyata pun akhirnya ia berhasil memiliki seorang sahabat. Putri dari salah satu orang kepercayaan Abeoji. Awalnya hanya dititah Abeoji untuk menemaninya kemanapun. Siapa sangka mereka akhirnya benar-benar cocok dalam segala hal? Bertambah satu orang yang akhirnya mendapat kepercayaan Lee Joo.
Memiliki teman dan perlahan namanya mulai dikenal sebagai seorang fashion influencer (walau tetap latar belakang keluarganya tak tersentuh oleh media manapun, beruntung ada jutaan orang Korea dengan marga Lee dan puluhan orang dengan nama Lee Jaeyong). Berarti Joo tidak memiliki masalah lagi?
Yah, setidaknya si gadis sempat berpikir begitu. Akhirnya ia bisa menjalani hidupnya dengan tenang.
Sepertinya Tuhan tidak puas memainkan benang takdir dara tersebut. Tepat setelah ujian terakhirnya usai, Abeoji menitahkan dirinya dan Hyun untuk melanjutkan pendidikan ke Jepang. Abeoji bilang ia dan Hyun harus mulai belajar mandiri. Toh Jiwoo ikut dengan mereka. Bagi Joo saat itu, tidak masalah jika ia harus pergi jauh dari Abeoji. Selama ini pun ia terbiasa menjalani hari-hari hanya berdua dengan Hyun dan Jiwoo. Selama mereka ikut, Joo yakin semua akan baik-baik saja.
Andai gadis itu tahu alasan sang Ayah mengirimnya ke negara tetangga. Bukan hanya sekedar melatih agar hidup mandiri. Sepucuk surat tergeletak di atas mejanya suatu pagi. Hanya ada beberapa kalimat singkat di atas kertas itu. Seseorang tahu perbuatan kotornya di masa lalu dan tidak segan memberikan karma.
Panik? Jelas.
Terpikir dua anaknya akan menjadi korban? Tentu saja.
Dosa besar seorang Lee Jaeyong bukan hanya sekedar kasus-kasus yang membuatnya harus berurusan dengan hukum. Di masa lalu, ia pernah menyuruh orang membantai keluarga salah seorang saudara.
Alasannya? Sederhana. Perebutan kekuasaan.
Bagaimana kalau Joo dan Hyun menjadi sasaran balas dendam? Mereka berdua adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki sekarang.
Bukan, bukan khawatir akan nasib anak-anaknya. Toh selama ini Lee Jaeyong hanya menganggap mereka ‘aset’. Kalau sampai terjadi sesuatu pada anak-anaknya, ia tidak rela harta yang selama ini ia kumpulkan jatuh ke orang lain. Lebih baik Hyun atau Joo yang meneruskan tampuk kepemimpinan Samsung. Setidaknya dia masih bisa memainkan benang takdir perusahaan. Anak-anaknya hanyalah ‘boneka’.
Jadi, setelah tahu alasan Joo dikirim ke Jepang, bisa kalian tebak apakah kehidupannya akan berjalan mulus-mulus saja?
©2021 義郎
re·la·tion
/rəˈlāSH(ə)n/

Lee Jaeyong
Ayah, seseorang yang... amat menyayangi Joo. Setidaknya itu yang Joo percaya. Tapi, memang benar Abeoji sangat menyayanginya 'kan?

Im Seryung
Ibu yang meninggalkannya. Hingga detik ini Joo masih tidak paham alasan Eomeoni meninggalkannya, Hyun, dan Abeoji.

Lee Hyun
Saudara kembar tidak identik. Satu-satunya orang yang amat sangat dipercaya oleh Joo. Entah apa jadinya Joo jika tanpa Hyun.
©2021 義郎
plot
/plät/
| Date/Time | Type | Title | Extra |
|---|---|---|---|
| 05/07/2021 | Daily Plot | Let's have some fun! | Partnered with Bae Jiwoo |
| 05/07/2021 | Daily Plot | Let's have some fun! Part 2 | Partnered with Bae Jiwoo |
| 06/07/2021 | Plot Challenge | Admission Test Day | Partnered with Fujita Tatsuo, Akai Yuuya, Izumisawa Moe, and Izumisawa Mai |
| 13/07/2021 | Daily Plot | Roller Coaster Incident | Partnered with Kisaragi Hisao |
| 14/07/2021 | Daily Plot | Lunch with a 'sister' | Partnered with Gu Bongcha |
| 23/07/2021 - 25/07/2021 | Event Plot | Summer Field Trip | Solo Plot |
| 21/07/2021 | Daily Plot | Study...ing? | Partnered with Hanazono Usagi |
| 26/07/2021 | Class Plot | Basic P.E - 1 | Solo Plot |
| 30/07/2021 | Daily Plot | Whose hunting kit is this? | Partnered with Fujita Tatsuo |
| 07/08/2021 | Class Plot | Basic P.E - 2 | Solo Plot |
| 12/08/2021 | Club Plot | One : Take | Solo Plot |
©2021 義郎








